Peserta BPJS Meninggal Di Bone Rugikan Negara Milyaran - Media Bone Satu

News Preview

Post Top Ad



Post Top Ad

Peserta BPJS Meninggal Di Bone Rugikan Negara Milyaran

Ilustrasi

WATAMPONE, BONE SATU - Data peserta BPJS Kesehatan penerima bantuan pemerintah di Kabupaten Bone sejak tahun 2014 tidak pernah dilaporkan, sehingga diperkirakan ratusan ribu perserta BPJS penerima bantuan saat ini sudah meninggal dunia, namun masih tetap dibayarkan iurannya setiap bulan oleh pemerintah.

Seperti diungkapkan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Bone, Andi Mardan, bahwa masalah ini terjadi lantaran pihak Desa dan Kelurahan selaku ujung tombak pendataan tidak pernah menyampaikan laporan warganya yang meninggal ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), sehingga Nomor Induk Kependudukan (NIK) secara otomatis masih tetap aktif.

" Saya pernah coba ambil data penduduk meninggal di Disdukcapil, memang ada dikasi tapi sangat sedikit, hanya ratusan. Ini sangat tidak realistis karena sejak tahun 2014 masa hanya itu, padahal kita perkirakan angka kematian berkisar 5 persen dari total penduduk 700.ribu",katanya melalui telepon seluler, Kamis 27 Juli 2017.

Hal ini jugalah menurutnya, penyebab sehingga angka pertumbuhan penduduk semakin membengkak yang diikuti bertambahnya peserta BPJS fiktif, dimana iurannya terus dibayarkan pemerintah, sehingga merugikan keuangan negara mencapai milyaran setiap tahun.

" Saat ini udah tercatat 360 ribu peserta BPJS APBN dan 216 ribu peserta BPJS, tidak menutup kemungkinan ratusan ribu diantaranya sudah meninggal. Inikan artinya merugikan negara milyaran, tapi kerugian inikan bukan salah BPJS, yang salah pemerintah sendiri ", jelasnya.

Padahal lanjutnya, jika pendataan kematian ini aktif setiap tahun, bisa digantikan oleh orang misikin yang sampai saat ini masih banyak yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS.

Laporan : Budiman

Post Top Ad

Responsive Ads Here