INDEX

Meski Sudah Lama Ditarget, Polres Bone Sulit Bekuk Saddang

Written By Bone Satu on Minggu, 30 Agustus 2015 | 09.00

Kapolres Bone, AKBP Juliar Kus Nugroho Saat Memberi Keterangan Pada Wartawan Di Mapolres Bone, Minggu 30 Agustus 2015.

WATAMPONE, BONE SATU - Sepak terjang Arman alias Saddang alias Bang Toyib sebagai tersangka bandar narkoba jenis sabu diakui Kapolres Bone, AKBP Juliar Kus Nugroho sangat rapih dan cerdik, sehingga menyulitkan pihak Kepolisian Bone selama ini untuk membekuk dirinya.

Kata Juliar, kesulitan pihaknya untuk membekuk Saddang, karena dia memiliki mata-mata yang banyak. Bahkan dari semua pelaku narkoba yang pernah ditangkap sebelumnya, tidak ada yang mengindikasikan keterlibatan Saddang.

" Sebelumnya memang sudah lama menjadi target, tapi dia itu cerdik, matanya kemana-mana. Ada 65 pelaku yang ditangkap tidak ada satupun pengakuan yang mengarah kedia," ungkap Juliar dalam Komprensi Pers, Minggu 30 Agustus 2015.

Lanjut Juliar, penangkapan Saddang berdasarkan hasil koordinasi dengan Polres Bulungan, Kalimantan Timur, yang sebelumnya telah menetapkan Saddang dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sesuai hasil pengembangan dengan pelaku Nursalam yang ditangkap beberapa waktu lalu.

Nursalam adalah warga Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone yang dibekuk pihak Kepolisian Bulungan bersama barang bukti berupa sabu seberat 2 Kilogram.  

" Karena ini merupakan hasil pengembangan dari Polres Bulungan, maka besok rencananya kita akan bawa tersangka ke sana,"ujarnya.

Sebelum menjadi incaran Polisi, Saddang yang juga merupakan warga asal Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone ini sering muncul dengan penampilan mewah. Selain mobil Jeef Wrangler dan Toyota Fortuner yang disebut-sebut sebagai miliknya, Saddang juga memiliki rumah mewah yang ditaksir bernilai miliaran di JL. Sungai Limboto, Kelurahan Ta', Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone. 

Untuk sementara, Saddang yang ditangkap oleh aparat Polres Bone disalah satu Hotel Kabupaten Polman, Sulawesi Barat pada pukul 21.00 Wita Sabtu malam lalu masih mendekam di tahanan Polres Bone menunggu pemberangkatannya ke Polres Bulungan, Kalimantan Timur
 
Laporan : Budiman
Editor   : Rico Mastam


Polisi Bulukumba Diparangi Orang Tak Dikenal Di Bone

Ilustrasi

WATAMPONE, BONE SATU - Seorang Polisi, Brigadir Azhar alis Accas (30) terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tenriawaru, Kabupaten Bone lantaran diparangi orang tak dikenal di sirkuit  Minggu malam, 30 Agustus 2015.

Kejadian ini berawal sekitar pukul 17.00 Wita ketika Brigadir Azhar yang merupakan anggota Res Polres Bulukumba, Sulawesi Selatan hendak keluar dari Arena balapan di sirkuit Muara Ijo, Arokke, Desa liliriattang, Kecamatan Lappa Riaja, Kabupaten Bone. Ketika berjalan sampai di pintu utama, tiba - tiba korban diparangi dari belakang oleh orang tak dikenal.

Akibat dari kejadian ini, korban yang beralamat di Jalan Ismajidi no.16 Bulukumba ini mengalami luka robek pada lengan kanan dan kiri, luka robek pada punggung belakang, dan luka robek pada bagian kepala. 

Sementara Sukri petugas medis dari Puskesmas Lapri yang melarikan korban ke RSU Tenriawaru mengaku,i sebelumnya korban sempat mendapat perawatan di Puskesmas Lapri, namun karena lukanya dianggap serius, korbanpun akhirnya terpaksa dirujuk ke RSU Tenriawaru.

" Kita terpaksa minta rujukan karena lukanya serius,"ujarnya pada Bone Satu, Minggu 30 Agustus 2015.

Kapolres Bone, AKBP Juliar Kus Nugroho mengakui adanya kejadian tersebut, namun menurutnya korban yang anggota Polres Bulukumba tersebut pada saat itu hanya datang menonton balapan motor cross. Sementara pelaku sendiri menurut Juliar masih dalam penyelidikan.

" Pelaku masih dalam lidik, kalau Polisi Bulukumba itu hanya lagi nonton cross,"ujarnya dalam pesan seluler, Minggu 

Laporan : Budiman
Editor      : Rico Mastam

Kapolres Bone Akui Saddang Pasok Sabu Dari Malaysia

Written By Bone Satu on Sabtu, 29 Agustus 2015 | 22.48

Tersangka bandar narkoba internasional, Saddang mendapat pengawalan ketat dari pihak Kepolisian Polres Bone, Minggu 30 Agustus 2015.

WATAMPONE, BONE SATU - Kapolres Bone, AKBP. Julias Kus Nugroho menjelaskan, tersangka, Arman alias Saddang alias Bang Toyib merupakan bandar narkoba internasional yang sering memasok sabu dari Malaysia.

" Terserah anda yang menafsirkan, yang jelas orang ini (maksudnya Saddang, red.) merupakan jaringan narkoba yang biasa memasok barang dari Malaysia,"ungkap Juliar di depan wartawan saat menggelar Komprensi Pers di Mapolres Bone, Minggu 30 Agustus 2015.

Dia menjelaskan, Saddang ditangkap oleh unit Narkoba dan Resmob Polres Bone di salah satu Hotel Kabupaten Polman, Sulawesi Barat pada pukul 21.00 Wita, Sabtu kemarin.

" Dia ditangkap bersama seorang sopir dan satu temannya, tapi sampai saat ini kita belum tau keterkaitan keduanya dalam kasus ini,"tutur Juliar.

Mantan Kapolres Tanah Toraja ini juga menjelaskan bahwa, sejumlah barang bukti berupa, beberapa lembar uang kertas yang terdiri dari uang pecahan seratus, lima puluh dan beberapa uang kertas luar negeri dari Malaysia dan Arab Saudi, 5 unit Ponsel, 5 kartu ATM, 1 Dompet kulit berwarna coklat dan 1 SIM A milik pelaku.

" Barang bukti ini ditemukan dalam tas dan semuanya adalah milik tersangka,"sebutnya.

Meski tidak ada barang bukti berupa sabu yang ditemukan, namun kata Juliar, selain sudah menjadi target dari pihak Polres Bone sebelumnya, penangkapan Saddang juga merupakan hasil koordinasi dengan pihak Polres Bulungan, Kalimantan Timur yang sudah menetapkan Saddang sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), berdasarkan penunjukan dari Nursalam alias Allang yang ditangkap  beberapa 
waktu lalu bersama barang bukti 2 kilogram sabu.

" Sebelumnya memang sudah menjadi target kita di sini, kemudian satu minggu lalu, sudah ada koordinasi dengan Polres Bulungan. Mereka   menetapkan DPO kepada tersangka, itu artinya sudah ada dua alat bukti yang cukup,"terangnya.

Laporan : Budiman
Editor   : Rico Mastam


Ini Pengakuan Issa Tentang Ibunya Yang Ikut Terbakar

Written By Bone Satu on Jumat, 28 Agustus 2015 | 04.57

Ilustrasi

WATAMPONE, BONE SATU -Peristiwa kebakaran yang terjadi di Jalan Pramuka, Kelurahan Masumpu, Kecamatan Tanete Riattang, Kamis siang  27 Agustus 2015, menyisakan duka mendalam bagi para korban, terutama anak korban yang ibunya, Cakka tewas terpanggang ditelan kobaran api

Cakka yang tinggal bersama anaknya, Issa (25), menjadi korban kebakaran dan ditemukan hangus terpanggang di rumahnya yang telah rata dengan tanah. Saat ditemui, Issa yang nampak sangat terpukul terhadap apa yang menimpa ibunya tak henti - hentinya  meneteskan airmata. Terlebih ketika mengingat detik-detik terakhir sebelum berangkat ke kantor dan meninggalkan ibunya yang terbaring sakit di rumah.

" Sebelum berangkat kerja biasanya saya suapi bubur dan mengganti popoknya. Biasanya juga sebelum pergi, saya salaman dan cium tangan sambil minta maaf karena harus saya tinggalkan sendiri drumah" ujarnya terisak.

Cerita Issa, saat hendak menunggalkan rumah sebelum kejadian naas ini, dia mengaku sudah punya firasat, karena ibunya tak henti melambaikan tangan seolah mengisyaratkan kalau dirinya akan meninggal.

" Ibu sempat menarik tangan saya saat salaman, bahkan dia menangis. Waktu keluar dari rumah, saya sempat melihat dia melambai-lambaikan tangan, tapi saya hanya membalas dengan lambaian tangan lalu pergi " lanjutnya sambil tak henti meneteskan airmata.

Kini, semua itu hanya tinggal kenangan yang tidak akan bisa terlupakan bagi Issa dan saudaranya.

"Sejak adik saya meninggal, kesehatan ibu makin menurun, bahkan tak hanya lumpuh, ibu juga bisu" tuturnya lagi.

Issa kini tinggal bersama kakak perempuannya, karena rumah miliknya habis tak tersisa akibat kebakaran tersebut.

Anehnya, saat Issa dan kakaknya, Yuli, mencari mayat ibunya ditengah reruntuhan rumah, mereka menemukan Quran dan Tasbih yang sering digunakan ibunya, masih dalam keadaan utuh.

"Ibu saya sudah lama lumpuh, badannya tak bisa digerakkan, makanya Quran dan tasbih diletakkan disampingnya. Ketika ditemukan, Quran dan tasbih tidak terbakar, juga beberapa lembar uang yang biasa ibu selipkan dalam Quran" ujar Yuli.

Tak hanya Yuli, beberapa tetangga dan staf pemerintah yang datang ke lokasi juga sempat heran melihat keadaan Quran dan tasbih yang masih utuh.

" Waktu itu saya panik, mungkin Quran dan tasbihnya sudah ada yang ambil, tapi ternyata masih ada dan tetap utuh," akunya.

Laporan : Eka

Editor     : Budiman



Anggaran Langganan Koran Humas Terancam Tidak Terbayar

Written By Bone Satu on Kamis, 27 Agustus 2015 | 22.07

Ilustrasi

WATAMPONE, BONE SATU - Usulan tambahan langgaran koran yang diajukan oleh Bagian Humas Setda Bone sebesar 200 juta di APBD Perubahan ternyata dipangkas Sekretariat Pemkab Bone. Akibatnya, koran langganan selama beberapa bulan ke depan terancam tidak terbayar.

Hal ini terungkap berdasarkan pengakuan dari Kasubag Humas, Andi Sahabuddin yang merasa heran, karena dana sebesar 400 juta yang diusulkan Bagian Humas pada awalnya ternyata yang berhasil lolos sampai ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) hanya anggaran sebesar 150 juta, yakni untuk biaya perjalanan dinas sebesar 100 juta dan biaya pengadaan kalender sebesar 50 juta.

" Kalau begini jadinya, tidak ada lagi uang untuk membayar koran, padahal masih tersisa beberapa bulan sebelum memasuki anggaran baru tahun depan,"tutur Andi Sahabuddin dengan wajah kelihatan bingung, Kamis 27 Agustus 2015.

Sementara Kepala Bagian Keuangan dan Perlengkapan Setda Bone, Budiono membantah kalau hal itu dianggap penolakan usulan, karena menurutnya anggaran tambahan yang dialokasikan sebesar 150 juta sudah sesuai dengan kemampuan pengalokasian pagu yang diberikan TPAD sebelumnya.

" Dari awal kita Kita dikasi pagu tambahan secara gelondongan, dan itu kita alokasikan ke seluruh bagian di Sekretariat, jadi setiap bagian membuat perencanaan sesuai pagu yang diberikan," kata Budiono dalam telepon seluler Kamis 27 Agustus 2015.

Meski begitu, lanjut Budiono pengalokasian anggaran saat ini masih bisa berubah, karena masih dalam tahap pembahasan di DPRD, sehingga tidak menutup kemungkinan Humas bisa mendapat tambahan sesuai yang usulkan.

" Tergantung dari mereka (maksudnya Humas, red.) dalam pembahasan, kalau memang mampu meyakinkan DPRD saya kira masih bisa, karena kita disini tidak tahu berapa kebutuhannya di situ,"jelasnya.

Sedikit berbeda dengan yang diungkapkan Asisten 3 Setda Bone, Asriadi yang justru menilai persoalan ini muncul akibat kelemahan dari perencanaan di Bagian Humas yang tidak mampu mengestimasi anggaran koran dalam 1 tahun.

" Hitungan langganan koran itukan mudah, berapa jumlah langganan, berapa yang harus dibayar setiap bulan, dalam setahun berapa, kan mudah, masa mesti kurang,"jelasnya.

Yang lebih mengherankan menurut Asriadi, kenapa kekurangan itu nilainya sangat besar karena akan digunakan untuk membayar langganan koran selama 6 bulan ke depan.

" Yang namanya kekurangan itu wajar, kalau persentasenya tidak seberapa, tapi kalau sudah 50 persen, itu patut dipertanyakan,"tegasnya.

Laporan : Budiman
Editor   : Rico Mastam



Sudah 5 Bulan Direktur Baru, Perusda Bone Tidak Berubah

Kantor Perusda Bone Yang Setiap Hari Terlihat Sepi.

WATAMPONE, BONE SATU - Harapan besar yang diamanatkan Bupati Bone, H. Andi Fahsar M Padjalangi saat melantik Ir. Rifai Saguni menjadi Direktur Perusda  rupanya masih sebatas angan belaka.

Sudah 5 bulan sejak dilantik pada tanggal 16 Maret lalu, Ir. Rifai Saguni belum juga menunjukkan aksinya menciptakan terobosan jitu yang diharap dapat membawa Perusda lebih baik seperti dikatakan Bupati saat dirinya dilantik, justru saat ini kondisi Perusda semakin terpuruk dan cenderung "mati suri".

Bukti kegagalan ini, terlihat dari ketidak mampuan Perusda Bone mencairkan dana penyertaan modal yang disisihkan oleh Pemerintah Daerah sampai berakhirnya APBD Pokok lantaran Audit independen yang direkomendasikan BPK sebagai syarat untuk mencairkan dana penyertaan tersebut belum juga dilaksanakan.

Padahal menurut Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (DPKAD) Bone, Andi Fajaruddin, biaya yang dibutuhkan untuk audit independen tidak seberapa bila dibandingkan dengan kerugian akibat mengendapnya dana penyertaan di Kas Daerah tanpa digunakan.

" Karena BPK tidak mengizinkan dana penyertaan itu dicairkan sebelum diadakan audit independen dulu, hanya saja sampai saat ini kita belum dapat kabar, apa sudah diaudit atau bagaimana, karena permintaan dana penyertaan itu belum ada,"jelasnya.

Sementara Direktur Perusda, Rifai Saguni sampai saat ini belum berhasil dikonfirmasi.

Laporan ‎: Budiman
Editor      : Rico Mastam


Nurhidayat Berharap Hakim Memberi Hukuman Adil

Terdakwa Nurhidayat membacakan pembelaan di depan hakim Pengadilan Negeri Bone, Kamis 27 Agustus 2015

WATAMPONE, BONE SATU - Untuk keenam kalinya, sidang kasus pembunuhan dengan terdakwa Nurhidayat alias Haya kembali digelar di Kantor Pengadilan Negeri Bone, Kamis 27 Agustus 2015.

Sidang yang mengagendakan pembelaan terdakwa tersebut dibacakan langsung oleh terdakwa Nurhidayat di depan para Hakim yang diketuai oleh B.U. Reza Syukur, SH. MH dengan Hakim anggota, Khaerunnisa, SH dan 
Panji P Prasetyo, SH.

Untuk kesekian kalinya, terdakwa Nurhidayat berharap agar pembelaan yang dia lakukan dapat menjadi pertimbangan bagi  Hakim untuk memutuskan hukuman kepadanya dengan Adil.

" Saya hanya berharap, dari hasil pembelaan ini, hakim bisa mengambil keputusan yang seadil-adilnya, karena saya tidak menuntut kebenaran, tapi saya meminta keadilan,"ungkap Nurhidayat beberapa saat usai menjalani sidang.

Sementara, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang berdasarkan agenda dihadiri oleh Zainuddin, SH. MH tapi hanya dihadiri oleh Zulwahidah, SH akan menanggapi pembelaan terdakwa secara tertulis pada sidang berikutnya yang akan digelar Selasa depan tanggal 1 Oktober 2015.

Sidang sebelumnya yang mengagendakan tuntutan Jaksa sempat diwarnai insiden kecil karena terdakwa Nurhidayat membeberkan ulah oknum Jaksa yang meminta uang kepadanya untuk meringankan tuntutan.
Laporan : Budiman
Editor      : Rico Mastam

Pemdes Dinilai Langgar Aturan Pengelolaan Keuangan Daerah

Written By Bone Satu on Rabu, 26 Agustus 2015 | 20.15

Alfian T Anugerah

WATAMPONE, BONE SATU - Tindakan Bagian Pemdes Setda Bone yang tetap memproses 2 Program Pembentukan Peraturan Daerah (PPPD) tentang Desa yang tersisa tanpa anggaran, justru mendapat sorotan dari elemen masyarakat yang menilai hal itu merupakan pelanggaran dalam pengelolaan keuangan daerah.

Bagian Pemdes Setda Bone, berani mengambil resiko berutang pada pihak ketiga dalam penyusunan naskah akademik dari kedua rencana Perda tersebut, padahal kegiatan ini tidak memiliki Post anggaran dalam APBD Pokok 2015. Celakanya, untuk menutupi utang tersebut, Pemdes justru berharap mendapat tambahan anggaran dalam APBD Perubahan yang kini tengah dibahas DPRD.

Ketua LSM Merdeka Bone, Alfian T Anugerah menilai apa yang dilakukan oleh Bagian Pemdes tersebut merupakan pelanggaran Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, yang melakukan  kegiatan tanpa Post anggaran.

" Itu tidak dibenarkan dalam aturan, apalagi kalau berani berutang. Bagaimana kalau misalnya usulan tambahan itu tidak mendapat persetujuan dari DPRD, inikan malah membuat masalah,"terang Alfian dalam telepon seluler, Rabu 26 Agustus 2015.

Lebih parahnya lanjut Alfian, anggaran yang dibutuhkan sebesar 323 juta seperti yang disebutkan Kabag Pemdes sebelumnya dimedia ini, tidak tercantum dalam dokumen Prioritas Platpon Anggaran (PPA), sehingga memunculkan persepsi kalau kedua Rencana Perda ini tidak mendesak untuk ditindak lanjuti.

" Jika memang kedua rencana Perda itu mendesak untuk dijadikan Perda, kenapa tidak ada pagunya di PPA Perubahan, kenapa nanti dikomisi baru mau diminta, inikan tidak jelas,"tegasnya.  

Bukan hanya itu, Alfian juga menganggap anggaran sebesar 323 juta yang dibutuhkan Bagian Pemdes dalam proses pembuatan Rencana Perda ini sangat tidak realistis bila dibandingkan dengan biaya yang digunakan dalam penyusunan beberapa dokumen perencanaan desa seperti RPJMDesa, RKPDesa dan APBdesa yang hanya menggunakan anggaran berkisar 30 juta.
 
" Kita tidak membandingkan, tapi kenapa Pemdes selalu menganggap mahal biaya pembuatan dokumen perencanaan desa yang hanya membutuhkan anggaran berkisar 30 juta. Sementara dia sendiri, hanya 2 rencana Perda dibutuhkan anggaran 323 juta, apa bukan ini yang dianggap berlebihan,"jelasnya.

Sementara, Asisten 1 Setda Bone, Andi Muh. Yamin dikonfirmasi, membantah jika hal itu dianggap sebagai pelanggaran aturan, karena menurutnya kedua Rencana Perda tersebut sudah masuk dalam daftar agenda PPPD yang sudah disepakati diawal tahun dengan pihak DPRD.

" Rencana Perda tentang desa yang pernah disepakati kan ada 5 yang 3 sudah disahkan, jadi yang 2 ini memang sudah masuk dalam agenda pemerintah daerah, "jelasnya.

Lagipula menurutnya, kedua Rencana Perda ini tentang Desa ini sangat mendesak untuk menindak lanjuti aturan baru, yakni lahirnya Undang - Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

" Inikan sifatnya mendesak, karena Perda ini merupakan  tindak lanjut Undang-undang desa ",pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa 2 rencana  Perda tentang desa, yakni rencana Perda tentang Asset Desa dan Status Desa terpaksa dipending oleh Badan Legislasi (Baleg) DPRD Bone lantaran tidak memiliki post anggaran di Bagian Pemdes.

Padahal naskah akademik dari kedua Rencana Perda tersebut sudah selesai dan kini menjalani proses pengkajian oleh tim pengkaji. Bagian Pemdes sendiri membutuhkan anggaran tambahan sebesar 323 juta untuk memproses Rencana Perda tersebut, termasuk membayar utang kepada pihak penyusun Naskah akademik.

Laporan : Budiman
Editor      : Rico Mastam




Korban Kebakaran Lonrae Dibantu Dinsos Dan Legislator

Anggota DPRD Bone, Andi Samsidar Ishak bersama pihak Dinsos Bone saat memberi bantuan korban kebakaran di Lonrae, Rabu 26 Agustus 2015

LONRAE, BONE SATU - Pasca kebakaran hebat yang menghanguskan tujuh rumah warga di Kelurahan Lonrae, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Selasa sore kemarin, 25 Agustus, pihak pemerintah melalui Dinas Sosial (Dinsos) Bone langsung turun tangan. Sebuah tenda darurat didirikan dipekarangan rumah warga sekitar lokasi kebakaran, kendati para korban kebakaran lebih memilih tinggal sementara dirumah kerabat mereka.

Seperti diungkapkan Hasanuddin, Salah seorang Staf Bantuan Sosial Bencana Dinsos Bone, bahwa pihaknya kini sudah memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok yang diserahkan secara simbolis, diantaranya delapan karung beras, delapan buah tempat nasi, delapan buah sodet, dan satu tangki besar berisi air bersih kepada delapan kepala keluarga yang menjadi korban kebakaran.

" Untuk saat ini, bantuan yang bisa kita berikan hanya berupa tenda dan beberapa bahan pokok untuk memenuhi kebutuhan sementara karena stok kurang," kata Hasanuddin, Rabu 26 Agustus 2015.‎

Turut memberi bantuan dalam musibah ini terlihat Wakil Ketua DPRD Bone, Andi Samsidar Ishak, legislator dari fraksi Gerindra, yang membagikan beberapa bahan kebutuhan sehari - hari, seperti  mie instan, gula, teh, dan air mineral .

" Saya hanya bisa memberikan bantuan seadanya. Sebagai wakil rakyat sudah pasti saya turut prihatin dengan apa yang menimpa para korban" ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada lima rumah yang ludes dilalap api saat kebakaran kemarin, sementara tiga rumah lainnya mengalami rusak parah dan tidak layak dihuni. Semua korban kini tinggal dirumah keluarga mereka, namun tetap datang ke lokasi untuk membersihkan puing-puing sisa kebakaran.

Salah seorang korban, Haji Talibbe sampai saat ini masih terlihat shock dan hanya bisa memandangi reruntuhan rumahnya.

" Dulu rumah ini yang paling bagus disini, sekarang semuanya habis" tuturnya lirih. 

Dia mengaku panik saat kejadian sehingga tidak sempat lagi menyelamatkan perabot rumahnya yang diperkirakan bernilai ratusan juta rupiah. Beruntung, mobil yang terparkir dibelakang rumahnya sempat ia selamatkan.

"Saya sempat bawa mobil keluar, ada juga ratusan tabung yang saya jual sempat dibawa keluar oleh warga, tapi sebagian besar dicuri orang," ungkap Haji Tallibe'.

Sejauh ini bantuan yang dia terima baru berupa sembako, alat masak, sarung dan sajadah.

"Kalau boleh meminta, saya sangat berharap pemerintah mau membantu saya membangun rumah kembali," harapnya.

Laporan : Eka

Editor    : Budiman




Bengkalai Proyek RKB SD Inpres Pationgi Akan Dilanjutkan

Written By Bone Satu on Selasa, 25 Agustus 2015 | 20.18

Ilustrasi

WATAMPONE, BONE SATU - Dinas Pendidikan (Disdik) Bone tahun ini berencana melanjutkan Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SD Inpres 1279 Pationgi, Desa Pationi, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone setelah terbengkalai sejak tahun 2012 lalu.

Proyek yang dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) ini terpaksa dihentikan pengerjaannya lantaran pihak rekanan, CV. Republika tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai batas waktu sehingga pihak Disdik memutuskan kontrak.

Kepala Bidang TK/SD Disdik Bone, Budiman mengaku pernah dipanggil pihak Kejaksaan Bone untuk mempertanyakan bengkalai proyek tersebut, namun dia memberi penjelasan  baru bisa dilanjutkan karena arsip kontraknya baru ditemukan, dimana saat itu Kepala Disdik masih dijabat oleh Pejabat lama.
  
" Saya sudah dipanggil Kejaksaan tapi sifatnya hanya memberi keterangan, kita baru lanjutkan karena kontraknya baru didapat. Sekarang sementara dibuatkan RAB (Rencana Anggaran Belanja, red.),"aku Budiman, Selasa kemarin.

Dia menjelaskan bahwa, pada saat pemutusan kontrak yang dilakukan oleh pejabat lama, posisi pekerjaan sudah 40 persen, sementara dana yang sudah dicairkan oleh CV. Republika baru berkisar 25 persen. Meski begitu, Budiman bermaksud tetap akan mengganti kelebihan volume pekerjaan kepada pihak CV. Republika.

" Tetap akan dibayar kelebihannya, tapi nanti kalau pekerjaan sudah rampung, baru kita perhitungkan,"tuturnya.

Laporan : Budiman
Editor   : Rico Mastam

Disoroti, Disdik Bone Batalkan Pungutan Pengganti Blangko Ijazah

Ilustrasi

WATAMPONE, BONE SATU - Dinas Pendidikan (Disdik) Bone akhirnya membatalkan pungutan biaya pengganti blangko ijazah Sekolah Dasar (SD) setelah mendapat sorotan media. Hal itu dikatakan Kepala Bidang TK/SD Disdik Bone, Budiman saat ditemui di Kantor Daerah kemarin.

" Ada juga baiknya diberitakan, saya malah dipanggil Kejaksaan kemarin, jadi pungutan itu dibatalkan,"ujarnya, Selasa 25 Agustus 2015.

Sebelumnya pihak Disdik Bone berdalih kalau pungutan sebesar 3000 rupiah setiap blangko ijazah SD itu akan digunakan sebagai biaya transportasi untuk mengganti blangko ijazah yang cacat atau salah penulisan ke Disdik Provinsi, namun setelah mendapat protes dari berbagai pihak termasuk dari pihak DPRD Bone sendiri, akhirnya pungutan diurungkan.

Pihak Disdik sendiri  kata Budiman, memiliki biaya transportasi dalam urusan ini, tapi terkadang mengalami hambatan karena pengurusan administrasi keuangan yang biasanya terlambat, terlebih penggantian blangko ijazah ke provinsi dilakukan secara kolektif.

" Rencana ini sebenarnya berawal karena adanya keluhan dari pihak sekolah sendiri karena mereka didesak orang tua murid, akhirnya kita berinisiatif untuk memungut biaya itu," pungkasnya.

Laporan : Budiman
Editor      : Rico Mastam

Pemkab Bone Usulkan Tambahan Biaya Pilkades 1,5 Miliar

Andi Haedar

WATAMPONE, BONE SATU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone mengusulkan tambahan anggaran untuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dalam APBD Perubahan 2015 sebesar 1,5 Miliar Rupiah lebih.

Usulan tambahan ini dilakukan untuk mencukupi anggaran yang sebelumnya telah dialokasikan dalam APBD Pokok lalu sebesar 544 Miliar Rupiah lebih.

" Jadi total anggaran yang akan digunakan menjadi 2,1 Miliar Rupiah jika tambahan yang diusulkan itu disetujui DPRD,"ungkap Andi Haedar, Kepala Bagian Pemdes Setda Bone, Senin kemarin.

Menurut Haedar, Pilkades secara serentak dari 178 desa di Kabupaten Bone rencananya akan dilakukan pada bulan November mendatang.

" Kalau semua berjalan lancar, maka tahapan bisa kita masuki diawal September dan Pilkades bisa dilaksanakan Pertengahan November, atau jika tahapan dimulai 1 September, maka Pilkades bisa dilakukan tanggal 13 September,"jelasnya.

Dia mangakui kalau persiapan secara tekhnis yang telah dilakukan oleh pihaknya sebelum memasuki tahapan Pilkades sejauh ini sudah mencapai 70 persen termasuk diantaranya dengan lahirnya 3 Perda tentang Desa yang telah disahkan DPRD beberapa waktu lalu. 

" Persiapan sudah berkisar 70 persen, saat ini yang sementara berjalan adalah proses pembentukan Panitia Pemilihan di tingkat desa,"pungkasnya. 

Laporan : Budiman
Editor      : Rico Mastam

Dinas PU dan SDA Bone Dinilai Tidak Kreatif

H. Ambo Dalle
WATAMPONE, BONE SATU - Tidak adanya solusi jelas yang mampu diberikan oleh Bidang Pengairan Dinas PU dan SDA Bone terkait upaya untuk segera mengatasi persoalan pendangkalan saluran irigasi Palakka,  membuat Wakil Bupati Bone, H. Ambo Dalle angkat bicara.

Dia menilai, Dinas PU dan SDA Bone sebagai salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang paling bertanggungjawab dalam urusan ini tidak memiliki kreatifitas dalam mengatasi persoalan dan hanya selalu bertumpu pada anggaran.

" Kalau ada uang semua bisa dilakukan, orang bodohpun bisa, disinilah dibutuhkan kreatifitas SKPD, tapi selama ini mereka hanya bisa bekerja jika ada uang,"kata Ambo Dalle di ruang kerjanya, Selasa 25 Agustus 2015.

Menurut orang nomor 2 di Kabupaten Bone ini, untuk mengatasi persoalan pendangkalan pada saluran irigasi Palakka, tidak mutlak selalu berorientasi pada proyek yang membutuhkan anggaran besar, apalagi persoalan ini menyangkut kepentingan orang banyak.

" Saya lihat sekarang SKPD selalu hanya berfikir proyek, padahal inikan bisa dikerja sendiri, ada eskapator yang bisa dipakai, kalau perlu beli. Sekarang banyak eskapator bekas yang harganya murah, uang 1 miliar bisa dapat 3,"jelasnya.

Sekedar diketahui bahwa, pendangkalan disepanjang saluran irigasi Palakka yang terjadi sejak lama, membuat supley air ke areal persawahan tidak efektif.

Padahal saluran irigasi ini mengairi areal persawahan berkisar 4.633 hektar yang tersebar di 4 Kecamatan, yakni Kecamatan Tanete Riattang Barat, Tanete Riattang, Tanete Riattang Timur, Awangpone dan sebagian Kecamatan Barebbo.

Laporan : Budiman
Editor      : Rico Mastam


 
Support : Website | REDAKSI | Template
Copyright © 2011. Media Bone Satu - All Rights Reserved
Template Created by Website Published by Privacy Policy
LOGIN ADMIN