Berita Terkini

Amir Bandu Akui Belum Bayar Pajak Tambang

Written By Bone Satu on Kamis, 02 Oktober 2014 | 04.18

Tambang galian C milik H. Amir Bandu.

WATAMPONE, BONE SATU – Meskipun sudah berjalan sejak beberapa bulan terakhir, namun pengusaha tambang galian C, H. Amir Bandu belum menyetor pajaknya ke Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Bone. Hal itu dikatakan Sekretaris Dispenda Bone, Andi Alimuddin saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 2 Oktober.

Menurut Alimuddin, pihaknya sejauh ini belum melakukan pemantauan di lokasi tambang tersebut karena terikat oleh Undang-Undang nomor 28 tahun 2009 tentang PajaK daerah dan Restribusi Daerah (PDRD) yang memberikan hak bagi pengusaha tambang untuk melaporkan terlebih dahulu.

" Sebenarnya bisa kita turun pantau, tapi sebelumnya diberikan haknya dulu, karena begitu yang diatur dalam undang-undang, dan memang tidak mutlak setiap izin yang keluar Langsung dikelola oleh pemilik, itupun belum tentu langsung dikomersilkan ", jelasnya.

Dia hanya menghimbau agar pengusaha tambang yang sudah memiliki izin dan mengkomersilkan hasil tambangnya untuk segera melaporkan ke pihak Dispenda, agar pihaknya dapat segera memungut pajaknya.

" Kepatuhannya yang kita minta, karena kalau kesadarannya saya yakin mereka semua sadar kalau ada aturan seperti itu, apalagi ini terkait dengan pendapatan daerah, apa yang bisa dilakukan pemerintah kalau masyarakat tidak taat pajak", jelasnya.

Sementara H. Amir Bandu yang dikonfirmasi mengakui belum adanya laporan tersebut, namun menurutnya hal itu sudah dikonsultasikan ke Dinas Energi dan Sumber Daya Minera (ESDM) Bone selaku penerbit izin untuk mendapatkan petunjuk.

" Saya sudah sampaikan hal ini ke Dinas ESDM dan diarahkan ke Dispenda, jadi nanti hari Senin saya akan ke Dispenda untuk melaporkan itu, selama inikan saya tidak tahu aturannya", tutur H. Amir Bandu dalam telepon seluler, Kamis 2 Oktober.
Laporan : Budiman
Editor : Turdi
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Habiskan 15 Miliar, DPRD Bone Belum Lahirkan Perda

Gedung DPRD Bone

WATAMPONE, BONE SATU – Besarnya anggaran yang dialokasikan untuk DPRD Bone setiap tahunnya, ternyata tidak serta-merta dapat memberikan konstribusi maksimal bagi kepentingan pembangunan daerah.

Sejak dua tahun terakhir, fungsi DPRD Bone sebagai lembaga legislasi cenderung kurang produktif. Sebut saja pada tahun ini, dimana hampir dapat dipastikan kalau DPRD Bone kembali tidak mampu melahirkan Peraturan Daerah (Perda) dari 23 Program Legislasi Daerah (Prolegda) yang ditetapkan pada awal tahun.

Kasubag Perundang-undangan Bagian Hukum Setda Bone, A. Erni yang dikonfirmasi bahkan mengakui kalau pihak DPRD Bone sampai saat ini belum pernah membahas satupun prolegda yang telah ditetapkan. Kendati menurutnya, hal itu tidak sepenuhnya diakibatkan kesalahan dari DPRD Bone, karena selain terkendala pada kesibukan mereka pada pemilu Legislatif lalu, juga diakibatkan lambatnya para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam mengajukan Rancangan.

" Baru 7 Rancangan yang diajukan SKPD dan sudah kita ajukan ke dewan, padahal kita sudah surati semua", ujarnya, Kamis 2 Oktober.

Hal itu juga diakui mantan Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD Bone, Andi Amin Mangunsara yang mengatakan, kelambatan tersebut sebagai imbas dari pelaksanaan Pemilu Legislatif lalu, dimana para legislator lebih banyak menfokuskan diri pada kesibukan dalam kampanye.

Politikus dari Partai Golkar yang terpilih kembali ini justru pesimis kalau prolegda tahun ini bisa terselesaikan sepenuhnya, mengingat para legislator baru saja mengalami pergantian dari legislator lama yang sebelumnya menetapkan prolegda itu.

" Saat inipun saya kira masih sulit, karena sejumlah agenda vital belum terlewati, termasuk salah satunya alat kelengkapan DPRD yang belum ada sampai saat ini",ujarnya saat dihubungi dalam telepon seluler, Kamis 2 Oktober.

Selain itu lanjutnya, sulitnya peluang bagi dewan untuk membahas Prolegda dalam waktu yang tersisa menurutnya, karena dalam waktu dekat mereka diperhadapkan lagi pada pembahasan APBD untuk tahun anggaran 2015.

Kurang produktifnya DPRD Bone, justru sangat berbanding terbalik dengan besarnya anggaran yang dihabiskan setiap tahunnya.

Berdasarkan data yang diperoleh, untuk tahun 2013 lalu DPRD Bone habiskan anggaran berkisar 18 Miliar Rupiah lebih, namun hanya mampu melahirkan 1 Perda dari 15 Prolegda yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Itupun Perda yang hanya bersifat Insidentil, yakni Perda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Meskipun kemudian DPRD berhasil menetapkan 5 Perda, namun lagi-lagi penetapan ini menyeberang pada tahun 2014.

Sedangkan Untuk tahun ini, kondisinya bakal terulang. Seperti data yang diperoleh dari Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (DPKAD) Bone yang menyebutkan DPRD Bone telah menyerap anggaran berkisar 15 Miliar Rupiah lebih atau 70 persen dari total jatah anggaran yang dialokasikan sebesar 21 Miliar Rupiah lebih diluar gaji dan tunjangan.

Hal ini kalau dikalkulasikan, maka DPRD Bone telah menghabiskan 32 Miliar Rupiah anggaran, namun hanya melahirkan 6 Perda dari 38 Prolegda yang ditetapkan selama kurung waktu 2 tahun terakhir.

Laporan : Budiman
Editor. : Turdi

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Ketua DKB Bone Dikukuhkan

Written By Bone Satu on Selasa, 30 September 2014 | 17.47

Wakil Bupati Bone H. Ambo Dalle saat menghadiri Musda DKB Bone

Wabup : Gali dan lestarikan nilai budaya dan kesenian Bone.

WATAMPONE, BONE SATU - Dewan Kesenian Kabupaten (DKB) Bone akhirnya menggelar Musyawarah Daerah (Musda), pada hari Selasa (30/9) yang bertempat di Gedung La Tea Riduni

Musda yang digelar ini merupakan penggantian ketua dan pengurus yang baru untuk segera dilakukan resafel sebagai upaya menunjang optimalisasi pengembangan dan pelestarian seni serta menjadi wadah partisipasi seniman maupun masyarakat terhadap kesenian di Kabupaten Bone.

Dimana Kabupaten Bone yang memiliki budaya, adat istiadat serta kesenian yang cukup banyak hendaknya terus digali, dikembangkan serta di lestarikan demi kesejahteraan masyarakat. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Bone H Ambo Dalle pada saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) IV Dewan Kesenian Bone (DKB).

Lanjut, H. Ambo Dalle menambahkan dalam mengembangkan serta melestarikan nilai-nilai budaya dan seni di kabupaten Bone yang cukup banyak tersebut dibutuhkan sosok pemimpin Dewan Kesenian yang punya tujuan dan visi maju kedepan.

" Diharapkan nantinya ketua DKB yang terpilih dapat menggali dan mengembangkan dan membawa kesenian Bone ke level nasional bahkan ke tingkat internasional" ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah mengharapkan nantinya, pengurus yang terbentuk dapat menampung dan mengakomodir semua kelompok-kelompok seni maupun pelaku seni yang tersebar di seluruh pelosok kabupaten Bone.

" Pengurus yang baru nantinya, diharapkan terus berkarya dan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan visi misi bone menuju masyarakat sehat, cerdas dan sejahtera"imbuhnya.

Sementara itu Ketua TP PKK Bone yang juga pembina DKB Ny. Hj. Kurniaty A. Fahsar dalam sambutannya mengingatkan bagi para pemegang hak suara agar dapat menentukan pilihan dengan tepat.

" Pilihlah sesuai hati dan yakinkan diri bahwa yang dipilh nantinya akan membawa dewan kesenian bone yang lebih maju dan bisa berbicara banyak ditingkat regional, nasional maupun internasional ",ungkapnya.

Musyawarah Daerah IV Dewan Kesenian Bone, yang berlangsung selama satu hari tersebut akhirnya memilih Bahram sebagai ketua secara aklamasi.

Ketika ditemui usai pemilhan, Barham selaku ketua DKB terpilih menyatakan siap memajukan kesenian di Kabupaten Bone dan siap bersinergi dengan Pemerintah khususnya dalam mengembankan seni disetiap Kecamatan dan Desa.

Hadir dalam pembukaan musda tersebut, Wakapolres Bone, Ketua TP PKK, Pimpinan SKPD serta utusan sanggar seni se kab. bone.

Laporan : Adi
Editor. : Tudi
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Bonus Atlet Akan Di Bayarkan Pekan Depan

Ilustrasi

WATAMPONE, BONE SATU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone akan membayarkan bonus bagi para atlet berprestasi dalam Porda XV yang digelar di Kabupaten Bantaeng lalu. Seperti diungkapkan Kadispora Bone, A. Muh.Yamin saat ditemui BONE SATU diruang kerjanya, Selasa, 30 September

Menurut Yamin, pembayaran bonus para atlet tersebut direncanakan pada pekan ini, yakni pada hari Jum'at, 3 Oktober mendatang dan penyerahannya dilakukan di Halaman Rumah Jabatan (Rujab) Bone, sekaligus dirangkaikan pelepasan atlet.

" Rencananya akan diserahkan langsung oleh bapak Bupati Bone",ujarnya.

Kata Yamin, pembayaran bonus ini sesuai dengan yang pernah dijanjikan Bupati Bone, dimana bagi kontingen yang lolos di lima (5) besar akan diberikan bonus sesuai perolehan medali yang didapatnya, apakah itu emas, perak, ataupun perunggu. Pemberian bonus ini berpatokan pada Porda ke 14 di Pangkep lalu, yang masuk lima besar dan alhamdulillah di Bantaeng Kabupaten Bone masuk empat (4) besar perolehan medali yang di peroleh untuk medali emas 32, perak 33, dan perunggu 19 medali,"ujarnya.

Selain itu A.Yamin menambahkan, pemberian bonus bukan hanya kepada atlet tetapi juga akan diberikan kepada pelatih, untuk besaran bonusnya bervariasi tergantung dari medali yang diperoleh begitupun juga Peparprov III atau National Paralympic Commite akan diberikan bonus.

Sekedar diketahui Bonus atlet yang akan dibayarkan senilai Rp618 Juta berasal dari APBD 2014. Dengan rincian yakni atlet di nomor perorangan pada medali emas senilai Rp8 juta, perak Rp4 juta, dan perunggu Rp2.500 ribu. Sedangkah di nomor berregu untuk tim 2-4 orang medali emas Rp11 juta, perak Rp6 juta, perunggu 3 juta, tim 5-12 orang medali emas Rp15 juta, perak Rp10 juta, perunggu Rp6 juta, dan tim lebih dari 13 orang medali emas senilai Rp17 juta, perak Rp12 juta, perunggu Rp7 juta.

Sedangkah untuk bonus pelatih yang
lebih dari 3 medali emas senilai Rp4 juta, 1-3 medali emas Rp3 juta, medali perak Rp2 juta, dan medali perunggu Rp1 juta.

Adapun jumlah atlet yang meraih medali emas di nomor perorangan sebanyak 23 orang dan beregu 9 orang, medali perak dinomor perorangan 25 orang dan beregu 8 orang, dan dimedali perunggu di nomor perorangan 14 orang dan beregu 5 orang. Jumlah atlet yang ikut 225 terdiri atas laki-laki sebanyak 157 dan wanita 168 ditambah pelatih dan official 137 orang.

"Kami sangat mengharapkan pemberian bonus ini sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang dirah atlet dan juga selaini itu dapat memacu diri dan memotivasi para atlet dalam berlaga di kompetensi selanjutnya,"harapnya.

Laporan : Adi
Editor. : Turdi
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Petugas Kebersihan Bone ikuti Bintal.

Para Peserta Bintal saat mendengar Arahan dari Kabid Kesra BKDD Bone, Selasa 30 September

WATAMPONE, BONE SATU -Pegawai negeri maupun tenaga kontrak di lingkup Kantor Kebersihan, Pertamanan dan Pekuburan Kabupaten Bone kembali mengikuti program Pembinaan Mental (Bintal) di Masjid Al Markas Al Maarif. Selasa (30/9).

Acara yang di gelar Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Bone tersebut juga dihadiri Kepala Kantor Kebersihan, H. Yudhis bersama pejabat eselon IV di jajarannya.

Kepala BKDD Bone yang diwakili Kabid Kesra, Haris mengatakan, program pembinaan mental yang dilaksanakan merupakan salah satu upaya dari Pemkab Bone dalam meningkatkan mental dan moral yang baik bagi seluruh aparatur pemerintah di Kabupaten Bone.

Dengan mental dan moral yang baik, aparat pemerintah dapat mendorong terwujudnya Pemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintahan yang bersih (good government).

" Pihak BKDD Bone secara rutin mendatangi setiap unit kerja dan SKPD di Kabupaten Bone guna meningkatkan mental dan moral PNS maupun tenaga kontrak/honorer dengan melaksanakan program pembinaan mental " ujarnya.

Pembawa materi Bintal, H. M. Hasbi dalam arahannya mengatakan, pentingnya menjaga kebersihan, karena kebersihan merupakan bagian dari iman dan bagi orang beriman wajib menjaga kebersihan.

"Bagi petugas kebersihan dalam bekerja nantinya dituntut untuk menjaga kebersihan lingkungan dan yang paling utama yakni menjaga kebersihan hati" kuncinya.

Laporan : Adi
Editor : Eka
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Guru SY Dikenal Warga Sebagai Pekerja Keras

Written By Bone Satu on Senin, 29 September 2014 | 17.05

Inilah Mushollah Yang Dibangun SY Dari Bahan Bekas Ruang Kelas,

WATAMPONE, BONE SATU - Guru yang diduga pelaku pelecehan Seksual, SY yang saat ini meringkuk di tahanan Polres Bone dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai sosok penyabar dan rajin di Sekolah itu.

Seperti diungkapkan Eda, warga yang tinggal dibelakang sekolah tersebut mengatakan kalau selama ini, Guru Olah Raga yang tinggal di perumahan sekolah itu sendiri tidak pernah hanya berdiam diri bila tidak mengajar.

" Orang ini tidak pernah tinggal diam, apa saja dikerjakan di sekolah itu, mulai dari pagar sekolah, taman, parkiran,"ujarnya pada Bone Satu saat ditemui di rumahnya yang berada pas dibelakang sekolah itu.

Bahkan kata Eda, Mushollah yang berada di belakang sekolah dan kini juga ditempati shalat oleh warga sekitar setiap hari, merupakan hasil kerja keras dari SY yang membangun mushollah itu.

" Dia yang kumpulkan bekas-bekas bahan dari ruang kelas yang dibangun di situ lalu, dia bangun sendiri mushollah itu",tuturnya.

Dia malah merasa heran ketika mendengar kabar kalau SY terlibat dalam masalah itu",kita heran, karena orangnya sabar dan saya lihat tidak pernah macam-macam, semua warga di sini senang sama dia",imbuhnya.

Laporan : Budiman
Editor : Turdi
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kemenag Bone Tegaskan Cek Fisik Kendaraan CJH TanggungJawab Kesra

Written By Bone Satu on Kamis, 25 September 2014 | 06.30

Sultan Saifuddin

WATAMPONE, BONE SATU - Sorotan Dinas Perhubungan (Dishub) Bone yang menilai pihak penyelenggara haji menyepelekan keselamatan jiwa para Calon Jamaah Haji (CJH) karena tidak melakukan cek fisik kendaraan sebelum digunakan, membuat Penyelenggara Haji Kementerian Agama (Kemenag) Bone, Sultan Saifuddin S.Ag angkat bicara.

Dalam sambungan selulernya pada Bone Satu, Sultan menegaskan, bahwa segala urusan terkait kendaraan angkutan untuk CJH tidak terkecuali Cek Fisik kendaraan adalah merupakan kewenangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone, dalam hal ini Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Bone.

" Kalau soal kendaraan, tidak ada kewenangan Kemenag, itu tanggungjawab Kesra, kita hanya mengurusi dokumen yang berkaitan dengan jamaah haji",terangnya dalam pesan singkat, Kamis 25 September.

Bahkan diakuinya, dari informasi yang dia terima ternyata hanya 8 mobil angkutan CJH yang sudah dicek fisik, yakni bus dari CV. Diana Sejahtera yang berdomisili di Kecamatan Lappariaja. Sementara bus dari CV. Cahaya Ujung tidak ada dicek fisik.

" Ini informasi saya terima dari H. Arafah, koordinator CV Diana Sejahtera sedangkan informasi dari koordinator CV. Cahaya Ujung, Andi Uddin tidak ada yang dicek fisik",ungkapnya.

Sementara Kepala Bagian Kesra Setda Bone, Andi Yusuf yang dihubungi melalui telepon seluler tidak berhasil.

Laporan : Budiman
Editor : Turdi

Powered by Telkomsel BlackBerry®
 
Support : Website | REDAKSI | Template
Copyright © 2011. Media Bone Satu - All Rights Reserved
Template Created by Website Published by Privacy Policy
LOGIN ADMIN