Berita Terkini

Puluhan Siswi SMAN 4 Bone Kesurupan

Written By Bone Satu on Senin, 01 September 2014 | 09.45

Siswi tiba-tiba kesurupan setelah Upacara Bendera.

WATAMPONE, BONE SATU - Kejadian aneh terjadi di SMA Negeri 4 Watampone, Senin (01/09/14), Puluhan siswi sekolah tersebut tiba-tiba mengalami kesurupan usai mengikuti upacara bendera. Akibat kejadian aneh ini, membuat siswa -siswi lainnya panik..

Kepala Sekolah yang ditemui dilokasi mengatakan, kejadian tersebut bermula saat siswa-siswi mulai melakukan aktivitas belajar setelah mengikuti upacara, tiba-tiba salah seorang siswi pingsan dan langsung kesurupan.

" Saya menyarankan kepada siswa-siswi agar Istigfar dan mengingat allah SWT" Ungkapnya.

Untungnya, di tengah kondisi kepanikan tersebut, seorang guru berhasil mendatangkan seorang paranormal bernama Usman dan berhasil menyadarkan kembali siswi yang kesurupan. Namun karena khawatir peristiwa kembali terulang, pihak sekolah akhirnya mengambil inisiatif dengan memulangkan seluruh siswanya.

Laporan : Arul
Editor. : Budiman
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak Hadir Dipelaminan, Orang Tua Mempelai Pria Disandera

Ilustrasi

WATAMPONE, BONE SATU - Harapan Samsidar untuk memperoleh kebahagiaan bersama suami diawal pernikahan terpaksa pupus ketika semua menjadi berantakan di pesta perkawinannya.

Mempelai pria, Arianto, yang diharapkan hadir mendapinginya dipelaminan yang digelar di Kelurahan Pallete,Kecamatan Tanete Riattang Timur, justru melarikan diri akibat kasus penganiayaan yang dilakukan sebelumnya.

Akibatnya, Arianto bukan hanya menjadi buronan warga, tetapi juga menjadi buronan Pihak Kepolisian akibat perbuatannya telah menganiaya seseorang di
Dusun Galung, Desa Ajatappareng, Kecamatan Barebbo beberapa waktu lalu.

Karena putranya tidak bisa memenuhi kewajiban mendampingi isteri di pesta perkawinan, Hermasyah, ayah Ariyanto yang merasa bertanggungjawab berupaya mendatangi keluarga Samsidar, isteri anaknya untuk memberi pemahaman.

Karena merasa dipermalukan, pihak keluarga dari Samsidar justru tidak menerima baik kedatangan Hermansyah, mereka menyandera orang tua Ariyanto ini dan menuntut agar Ariyanto segera dihadirkan.

Pihak Kepolisian yang mendatangi tempat kejadian segera mengamankan Hermasyah agar pelaku Ariyanto, anaknya bisa segera ditemukan dan saat ini tengah menjalani penahanan di Mapolres Bone.

Laporan : Arul
Editor. : Budiman
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Proyek Jalan Salak Bone Minta Adendum

Written By Bone Satu on Minggu, 31 Agustus 2014 | 06.27

Pengecoran Bekas Galian Pipa SPAM di Jalan Durian Watampone, beberapa waktu membutuhkan umur beton yang lama

WATAMPONE, BONE SATU - Kepala Bina Program Dinas PU dan SDA Bone, Jibang mengakui kalau pihak kontraktor pelaksana, PT. Ridwan Jaya Lestari telah meminta perpanjangan waktu kerja atau adendum pelaksanaan perbaikan jalan di jalur Jalan Durian, Jalan Salak, dan Jalan Majang Watampone, Kabupaten Bone.

Menurut Jibang, adendum ini memungkinkan karena sebelumnya dalam pekerjaan tersebut terdapat pengecoran disepanjang jalur pipa sebelum dilakukan pengaspalan, sehingga membutuhkan waktu yang lama. Selain itu menurutnya, curah hujan yang tinggi diawal pengecoran juga merupakan faktor penghambat utama selama ini.

" Curah tahun ini memang cukup tinggi, ini sangat mempengaruhi umur beton sehingga lama baru kering",ujarnya.

Proyek perbaikan jalan ini dilaksanakan oleh Dinas PU dan SDA Bone yang dianggarkan dalam APBD Pokok 2014 sebesar 4 Miliar Rupiah Lebih. Sejak awal pelaksanaan proyek ini mengundang sorotan dari berbagai pihak, karena adanya bekas galian pipa proyek Sistem Pengadaan Air Minum (SPAM) disepanjang jalan yang di perbaiki, dimana bekas galian pipa proyek dari Kementerian PU Cipta Karya ini disinyalir telah merugikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone yang ditaksir mencapai miliaran rupiah akibat kerusakan jalan yang telah dilakukan.

Pihak Kepolisian yang mengusut kasus ini masih belum memberikan informasi terbuka terkait perkembangan penanganan.

Laporan : Budiman
Editor. : Turdi
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Pasar Kuliner Bone Tunggu SK Bupati

Pasar Kuliner

WATAMPONE, BONE SATU - Meskipun pembangunan pasar Kuliner sudah dinyatakan selesai sejak beberapa waktu terakhir, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone masih harus melaksanakan beberapa tahapan administrasi agar pusat jajanan itu bisa difungsikan.

Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Bone, Andi Alimuddin menegaskan bahwa pasar kuliner yang terletak di Jalan Mangga, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang tersebut rencananya akan difungsikan pada bulan September ini, namun dia belum bisa sebutkan waktu tepatnya.
Untuk saat ini, kata dia pihaknya sudah mengajukan konsep Surat Keputusan (SK) Bupati untuk ditelaah oleh tim penyelaras terkait dengan akan difungsikannya pusat jajanan tersebut.

" Dua hari lalu sudah kita ajukan, dan mudah-mudahan bisa cepat selesai",ujarnya, Minggu 31 Agustus.

Dia menjelaskan, bahwa SK Bupati tersebut berisi tentang penunjukan pihak yang bakal menjadi pengelola, termasuk rincian komponen yang ada dalam pasar yang dibangun 2013 lalu tersebut, diantaranya, los sejumlah 44 buah, yang sebelumnya dikerjakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bone dan instalasi pengolahan limbah, WC, dan komponen lainnya yang baru saja di kerjakan oleh Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Bone.

" Jadi tidak mutlak kita yang akan kelola nantinya, tergantung dari SK itu, bisa Koperasi atau lembaga lainnya, namun siapa saja yang ditunjuk nanti dalam SK itu, tentu harus mengetahui secara rinci komponen yang ada di pasar itu, dan bagaimana model pengelolaannya",paparnya.

Sementara Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Bone, Ahmad mengakui kalau bangunan berupa bronjong talud, intalasi limbah, dan komponen pendukung lainnya yang dikerjakan oleh pihaknya selama ini sudah selesai dan sudah diserahkan oleh pihak rekanan ke pihak Distarkim.

" Dua hari lalu sudah di periksa oleh tim PHO dan kita sudah terima ",ujarnya.

Kendati menurutnya, dari hasil pemeriksaan tim PHO ditemukan ada bagian bronjong yang masih butuh pengisian batu kali, namun menurutnya hal itu tidak mempengaruhi proses penerimaan.

" Itu hanya masalah kecil, bisa ditolelir dan mungkin rekanannya sudah melaksanakan",imbuhnya.

Laporan : Budiman
Editor : Turdi

Powered by Telkomsel BlackBerry®

DPKAD Tunggu Hasil Audit Resmi BPKP Baju Dinas

Written By Bone Satu on Kamis, 28 Agustus 2014 | 23.31

Ilustrasi

WATAMPONE, BONE SATU - Meskipun nilai nominal potongan dana proyek pengadaan Kain Dinas berdasarkan hasil audit BPKP sudah ketahui bernilai ratusan juta rupiah, namun hal itu baru sebatas dikabarkan. Pihak Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (DPKAD) Bone mengakui belum ada penyampaian hasil audit secara resmi dari pihak BPKP, sehingga secara otomatis anggaran belum bisa dicairkan.

" Memang sudah diaudit, tapi tim audit itukan melaporkan dulu hasilnya ke lembaganya, itu yang kita tunggu", ungkap Sekretaris DPKAD Bone, H. Najamuddin di ruang kerjanya, Rabu 27 Agustus.

Menurut Najamuddin, hasil audit itu dibutuhkan sebagai salah satu dasar bagi pihak penanggung jawab dan pihak DPKAD sendiri untuk memproses pencairan anggarannya.

" Hasil audit itukan menjadi dasar dan tentu di dalamnya ada rincian besaran dana yang akan dicairkan",ujarnya.

Hal ini sedikit berbeda dengan yang diungkapkan Amran, pimipinan CV. Pelita Nusantara selaku pihak rekanan dalam proyek tersebut yang berpendapat bahwa hasil audit BPKP tidak perlu disampaikan ke pihak DPKAD, melainkan hanya ke Sekretaris Daerah (Sekda) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atau Pengguna Anggaran (PA).

" Bagi saya itu tidak wajib, cukup PPK saja", katanya singkat, Rabu 26 Agustus.

Dia mengakui bahwa alasan permintaan audit BPKP tersebut didasarkan karena barang yang akan diadakan akan dipakai oleh banyak orang sehingga sangat rentang menimbulkan polemik.

" Kain Dinas ini dipakai oleh orang banyak, bisa saja ada yang tidak paham spesifikasinya atau hal lain, lalu ngomong sembarang, misalnya kainnya kenapa begini", tuturnya.

Dia melanjutkan bahwa dana yang akan terpotong pada saat pencairan nanti sebesar Rp. 201.000.000 yang terdiri dari denda keterlambatan pekerjaan sebesar Rp. 47.000.000 ditambah potongan kemahalan pembelian sebesar Rp. 154.000.000.

" Audit BPKP, denda 47 juta, dan kemahalan harga 154 juta dan itu semua itu akan dikembalikan ke kas negara",jelasnya.

Selain itu, tambahnya pihak pelaksana kegiatan ini juga masih harus menunggu hasil pemeriksaan oleh tim PHO yang saat ini sementara berlangsung.

Sekedar diketahui, proyek pengadaan kain dinas warna keki ini menggunakan anggaran sebesar 3 Miliar lebih yang bersumber Dana Alokasi Umum (DAU) dalam APBD Pokok 2014.

Laporan ; Budiman
Editor : Turdi


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Diancam Akan Dibunuh, Korban Serahkan Emas 50 Gram

Ilustrasi

WATAMPONE, BONE SATU -Dugaan tindak kriminal pemerasaan di Kabupaten Bone kembali terjadi, kali ini, pelaku ENL, pelajar asal Dusun Pinra, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian, lantaran korban, Muh Alfakhri Bin Baharuddin (12) yang juga seorang pelajar melaporkannya kepihak kepolisian.

Kaur Humas Polres Bone, Iptu Zulaeni R Tampilang saat ditemui diruangnnya, membenarkan tindak kriminal pemerasan tersebut, dengan No LP/536/VIII/2014/SPKT/RES BONE, tanggal 27 Agustus 2014, tentang pemerasan.

" Laporannya sudah kita terima, dan sementara dalam penanganan",ungkapnya.

Dia menjelaskan, kejadian ini sejak bulan Juni lalu, namun korban baru melaporkan. Awalnya, pelaku mendatangi korban yang beralamat di BTN Wood Gardania Block A No 25 Kelurahan Bulu Tempe, Kecamatan Tanete Riattang Barat, saat itu pelaku sempat menanyakan hal pribadi korban, termasuk pekerjaan orang tuanya, namun keesokan harinya pelaku datang kembali dan tiba-tiba mengancam akan membunuh korban jika tidak menyerahkan emas milik orang tua korban yang berprofesi sebagai pedagang emas. Korban lalu menyerahkan emas bertahap sebanyak 5 kali sampai mencapai seberat 50 gram. Akibatnya korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai 25 juta rupiah.

Kini pelaku mendekam ditahanan Mapolres Bone, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya

Laporan : Arul
Editor : Budiman


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Lagi, Mahasiswa Bone Kedapatan Bawa Sabu

Pelaku AF (Baju hitam) saat Diperiksa di Mapolres Bone

WATAMPONE, BONE SATU - Satuan Narkoba Polres Bone kembali mengamankan pelaku narkoba, AF, seorang Mahasiswa, warga Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo pada Kamis 28 Agustus sekitar pukul 03.00 Wita dinihari tadi.

Saat dibekuk di Jalan Hos Cokroaminoto, Lorong 3 Watampone, Kabupaten Bone, Polisi menemukan satu paket kecil narkoba jenis Sabu yang tersimpang dalam plastik bening.

Kasubag Humas Polres Bone, Iptu Zulaeny R Tampilang yang ditemui diruang kerjanya membenarkan adanya penangkapan tersebut dengan No LP/538/VIII/2014/SPKT/RES BONE, tanggal 28 Agustus 2014.

Dia menjelaskan, bahwa
Pelaku memang sudah menjadi target setelah sebelumnya didapatkan informasi tentang kepemilikan barang haram itu, Polisi lalu melakukan penggeledahan dan akhirnya berhasil membekuk pelaku berikut barang bukti.

" Memang sudah menjadi target sejak beberapa hari, dan akhirnya berhasil dibekuk dengan barang bukti",ujarnya.

Pelaku kini diamankan ke Mapolres Bone beserta barang bukti untuk dilakukan pemerikasaan dan pengembangan.

Laporan : Arul
Editor. : Budiman

Powered by Telkomsel BlackBerry®
 
Support : Website | REDAKSI | Template
Copyright © 2011. Media Bone Satu - All Rights Reserved
Template Created by Website Published by Privacy Policy
LOGIN ADMIN